Namanya sie KEREN kayak pahlawan film kartun ASTROBOY
TAPI BEGITU GU BACA TEORINYA.......
UUUUUEEEEEEEDDDDDDDAAAAANNNNN...............
Nyaris gk ada yang PAHAM,
coba lo bayangin :
Mengukur Jarak Dengan Bintang Cepheid
Sejarah metode penghitungan jarak ini berawal dari sebuah penelitian tentang hasil pengamatan terhadap bintang variabel (bintang yang kecerlangannya berubah-ubah) yang ada di galaksi Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil (LMC dan SMC). Saat itu Henrietta Leavitt, astronom wanita asal Amerika Serikat, membuat katalog yang berisi 1777 bintang variabel dari penelitian tersebut. Dari katalog yang ia buat diketahui bahwa terdapat beberapa bintang yang menunjukkan hubungan antara kecerlangan dengan periode variabilitas. Bintang yang memiliki kecerlangan lebih besar ternyata memiliki periode varibilitas yang lebih lama dan begitu pula sebaliknya. Bentuk kurva cahaya bintang variabel jenis ini juga unik dan serupa, yang ditandai dengan naiknya kecerlangan bintang secara cepat dan kemudian turun secara perlahan.
Bentuk kurva cahaya seperti itu ternyata sama dengan kurva cahaya bintang delta Cephei yang diamati pada tahun 1784. Karena itulah bintang variabel jenis ini diberi nama bintang variabel Cepheid. Penamaan ini tidak berubah walaupun belakangan ditemukan juga kurva cahaya yang sama dari bintang Eta Aquilae yang diamati beberapa bulan sebelum pengamatan delta Cephei.
MASA BINTANG AJA HARUS DI HITUNG, Bisa muntah huruf deh kayaknya gu
TAPI GAK ADA SALAHNYA MENCOBA, SEKALI PUNYA TEKAT GAK BOLEH MUNDUR 1 LANGKAH PUN.......
SEMANGAT..........!!!!!!!
SEMOGA INI MENJADI AWAL DARI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar