Cari Blog Ini

Rabu, 15 Juni 2011

Orang Yang Mencintai Kamu

Seseorang yang mencintai kamu….
Tidak bisa memberi alasan, mengapa ia mencintaimu…
Dia hanya tahu, di mata dia, kamulah satu – satu nya…

Seseorang yang mencintai kamu….
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress…
Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,
karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu…

Seseorang yang mencintai kamu….
Jarang memujimu…
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik…
Hanya itu yang ia tahu…

Seseorang yang mencintai kamu….
Akan marah atau mengeluh, jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya…
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu…

Seseorang yang mencintai kamu….
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu…
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya…
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu…

Seseorang yang mencintai kamu….
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan…
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja…
Dan ia akan selalu menggunakan kata – kata itu, tepat pada waktunya…

Seseorang yang mencintai kamu….
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah…
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya…
Ia ingin kamu untuk mempercayainya,
dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untuk selamanya…

Seseorang yang mencintai kamu….
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa,
seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya…
Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana……….

Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini…

Pernahkan kita mencintai seperti ini…?

Sabtu, 11 Juni 2011

Cara Pandang Terhadap Beban Hidup


Bukan berat beban yang membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”. Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

“Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. ” kata Covey. “Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..!! Hal
terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Jumat, 10 Juni 2011

Failure Does Not mean I’m Failure


Failure does not mean I? a failure;
It does mean I have not yet succeeded.

Failure does not mean I have accomplished nothing;
It does mean I have learned something.

Failure does not mean I have been a fool;
It does mean I had enough faith to experiment.

Failure does not mean I have disgraced;
It does mean I have dared to try.

Failure does not mean I don?t have it;
It does mean I have something to do in a different way.

Failure does not mean I am inferior;
It does mean I am not perfect.

Failure does not mean I have wasted my life;
It does mean that I have an excuse to start over.

Failure does not mean that I should give up;
It does mean that I should try harder.

Failure does not mean that I will never make it;
It does mean that I need more practice.

Failure does not mean that You have abandoned me;
It does mean that You must have a better idea.

Mencoba Lebih baik Dari Pada Tidak.


Jika aku harus berenang di laut untuk mendapatkan apa yang aku inginkan,
aku akan belajar bagaimana berenang, dan aku akan mengarungi lautan itu.

Jika aku harus mendaki gunung tertinggi untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, aku akan belajar cara memanjat, dan aku akan memanjat gunung itu.

Jika aku harus menyelam samudra terdalam untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, maka aku akan belajar bagaimana cara menyelam, dan aku akan menyelami samudra itu.

Jika aku kecewa karena hal-hal yang tidak tampak seperti yang aku inginkan,
maka aku akan belajar bagaimana menerimanya, dan aku akan mencoba untuk menerimanya.

Setidaknya sekarang aku telah mengalami bagaimana berenang, mendaki dan menyelam dan juga bagaimana untuk menerima segala sesuatu yang berasal dari usahaku..

Kemudian, aku akan mencoba kembali untuk melakukan lebih baik. Demi apa yang aku inginkan…

Aku akan datang.. dan mencapai semua itu.. Semoga saja keinginan ini adalah baik… dan untuk kebaikan

Segala yg kita lakukan baik atau buruk itu pasti akan bernilai baik untuk diri sendiri ataupun orang lain…

FAILURE


Kegagalan tidak berarti saya orang yang gagal; itu hanya berarti saya belum
berhasil dan saya harus mencoba lagi.

Kegagalan tidak berarti saya tidak mencapai apa-apa; itu hanya berarti saya
telah belajar sesuatu.
Kegagalan tidak berarti saya adalah seorang yang bodoh; itu hanya berarti saya
telah berani untuk mencoba.
Kegagalan tidak berarti saya seharusnya menyerah; itu hanya berarti saya
seharusnya berusaha lebih keras.
Kegagalan bukanlah sebuah batu sandungan, melainkan sebuah batu loncatan.

Kegagalan bukanlah suatu hal yang buruk jika Anda dapat belajar sesuatu darinya.
Ketika Anda mengalami kegagalan, bertanyalah kepada diri Anda tentang hal apa
yang dapat Anda pelajari dari kegagalan tersebut.
Orang-orang yang berani menghadapi kegagalan adalah orang-orang yang berani
menghadapi keberhasilan. Kegagalan hanya akan menjadi kegagalan yang sebenarnya
ketika kita berhenti mencoba.
Banyak orang yang berhasil dalam kehidupan mengawalinya dengan kegagalan, dan
melewati perjuangan dan kegagalan yang menyakitkan hingga akhirnya mereka
mencapai keberhasilan. Salah satu dari orang-orang tersebut adalah John Bunyan,
penulis The Pilgrim’s Progress yang merupakan salah satu karya sastra terbaik
sepanjang zaman. Dia menuliskan karya tersebut setelah dia masuk penjara dan
dihukum karena pandangannya mengenai agama yang ditentang oleh negara.
Contoh lain adalah Christopher Columbus. Dia dilahirkan di Genoa. Pada masa di
mana dia hidup, semua orang menganggap bumi itu datar. Pada usia 13 tahun, dia
menjadi pelaut dan berpikir bahwa bumi tidak datar melainkan bulat seperti
matahari dan bulan. Banyak orang yang menertawai pandangannya dan menantangnya
untuk membuktikan hal tersebut. Dia menyatakan bahwa dengan berlayar menuju ke
arah barat dari Portugal, dia akan sampai ke Asia. Dengan bantuan dana dari ratu
Spanyol, dia berangkat berlayar. Setelah limahari perjalanan, kemudi kapalnya
rusak kemudian kompas juga rusak, tetapi dia tidak menyerah. Setelah dia
berlayar mengarungi samudera sejauh lebih dari 2.300 mil, pada tanggal 12
Oktober 1492, dia sampai di Amerika. Dia tidak mencapai tujuannya, yaitu
Asia(India), tetapi dia menemukan sebuah benua baru yang dia namakan Amerika dan
orang-orang yang dia jumpai sebagai orang-orang Indian (sebutan untuk orang
India).
Salah satu contoh nyata yang dapat kita lihat pada masa sekarang adalah Oprah
Winfrey, pembawa acara talkshow yang paling terkenal di dunia. Dia adalah
seorang yang “menantang” pandangan umum bahwa dia tidak cocok untuk menjadi
pembaca acara talkshow karena parasnya yang di bawah rata-rata, ukuran tubuhnya
yang jauh di bawah standar kecantikan, kulitnya yang hitam, dan masa lalu yang
suram (menjadi korban perkosaan). Dia berani menghadapi keterbatasan dan
rintangan sehingga dia mencapai keberhasilan.
Banyak orang tidak berhasil mencapai keberhasilan yang mereka inginkan karena
mereka berhenti di tengah jalan karena terhadang kegagalan. Oleh karena itu,
jangan pernah berpikir untuk menyerah ketika kegagalan datang. Sambutlah
kegagalan dan raihlah kemenangan.
Banyak orang ingin mencapai keberhasilan secara instan, akibatnya mereka
cenderung mencari jalan pintas dan takut menghadapi kegagalan. Dalam kenyataan
hidup ini, sebagian jalan pintas merupakan jalan buntu.
Banyak orang lebih banyak belajar dari kegagalan daripada keberhasilan. Banyak
orang mengerti arti keberhasilan yang sesungguhnya bukan ketika mereka berhasil
melainkan ketika mereka gagal. Jadi adalah lebih baik mengetahui mengapa kita
gagal daripada mengetahui mengapa kita berhasil.
Adadua manfaat kegagalan:
a. Jika kita gagal, kita akan mengetahui hal-hal apa yang salah.
Confusius menyatakan bahwa kemenangan terbesar bukan pada tidak pernah gagal,
melainkan pada kemenangan ketika kita bangkit setiap kali kita gagal. Kegagalan
dan pengalaman merupakan salah satu guru yang terbaik bagi manusia.

b. Kegagalan dapat memberi kita kesempatan untuk mencoba lagi dengan pendekatan
yang baru.
Thomas Edison menyatakan, “Saya tidak putus asa ketika saya gagal karena setiap
kegagalan membawa saya satu langkah lebih maju. Ketika saya tidak gagal 10.000
kali, saya hanya menemukan 10.000 cara yang salah. Banyak kegagalan dalam hidup
manusia karena mereka tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan
ketika mereka menyerah.” Dia hanya mengalami kegagalan yang bersifat sementara
sebanyak 10.000 kali dalam proses belajar dan mencapai tujuannya.
Thomas Watson, pendiri IBM menyatakan, “Lipat gandakan kegagalan Anda. Anda
tidak mungkin selalu menang, tetapi Anda juga tidak mungkin selalu kalah, selama
Anda terus mengambil resiko, belajar dan mencoba, keberhasilan tidak
terelekkan.”
Kegagalan merupakan akhir yang sesungguhnya ketika kita berhenti mencoba. Oleh
sebab itu, kita harus berusaha terus hingga kita mencapai keberhasilan. Kita
harus berhenti memikirkan kegagalan kita, kita harus berani menerimanya dan
dapat belajar darinya, dan maju terus sampai apa yang kita inginkan tercapai.
Kegagalan mengajar kita untuk terus bertahan, bertekun dan menguji keinginan
serta tekad kita. Ketika kita berhasil kelak, orang-orang akan melupakan
kegagalan Anda. Semua yang berhasil pasti pernah mengalami kegagalan, tetapi
kegagalan tersebut tidak menghalangi mereka untuk mencapai keberhasilan.
Bagaimana kita bereaksi dengan benar terhadap kegagalan menjadi kunci
keberhasilan kita. Misalnya, kegagalan dalam percintaan dapat mendorong orang
untuk melakukan bunuh diri, atau bermabuk-mabukan, dan berbagai tindakan lain
yang bersifat destruktif. Akan tetapi orang yang lain menjadikan kegagalan dalam
percintaan mereka tersebut sebagai pelajaran yang berharga bagi kehidupan
mereka. Contohnya, Charles Dickens pernah mengalami tragedi cinta pertamanya
yang begitu menyakitkan baginya. Tetapi hal tersebut telah mengubah dirinya
masalah salah satu penulis terhebat di dunia.
Salah satu contoh tokoh yang sering mengalami kegagalan tetapi tidak menyerah
kepada kegagalan-kegagalan tersebut adalah Abraham Lincoln. Berikut ini adalah
catatan kegagalan Abraham Lincoln:
1831: Gagal dalam bisnis
1832: Kalah dalam pemilihan di badan legislative.
1833: Gagal dalam bisnis sekali lagi
1836: Menderita tekanan mental akut
1843: Kalah dalam persaingan kongres Amerika Serikat
1855: Gagal dalam persaingan untuk merebut kursi senator
1856: Kalah dalam pemilihan wakil presiden Amerika Serikat
1858: Gagal sekali lagi untuk meraih kursi senator
1860: Akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat yang ke-16.

Orang-orang sering melihat keberhasilan seseorang tanpa melihat
kegagalan sementara yang dialami oleh orang tersebut sebelum akhirnya dia
berhasil. Oleh sebab itu, orang-orang tidak akan melihat berapa banyak kita
pernah gagal ketika kita tidak menyerah hingga akhirnya mencapai keberhasilan
kita.

Falsafah hidup penulis adalah “Seseorang tidak pernah benar-benar gagal sampai
dia membiarkan kegagalan menghancurkan kehidupannya.” Oleh sebab itu, ketika
kegagalan datang, terimalah dengan lapang dada dan lakukan evaluasi serta
perubahan yang perlu (sebagai proses pembelajaran); bukan menyerah karena
kegagalan tersebut.